Rabu, 27 Februari 2013

Laporan Pendahuluan Halusinasi


LAPORAN PENDAHULUAN



A.    Masalah Utama:
Perubahan sensori perseptual: halusinasi.

B.     Proses Terjadinya Masalah
               Pengertian
Halusinasi adalah pencerapan tanpa adanya rangsangan apapun pada pancaindra seorang pasien, yang terjadi dalam keadaan sadar atau bangun, dasarnya
mungkin organik, fungsional, psikotik ataupun histerik (Maramis, 2004).
Halusinasi adalah gangguan pencerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan di mana terjadi pada saat ke­sadaran individu itu penuh / baik. Individu yang mengalami halusinasi seringkali beranggapan sumber atau penyebab halusinasi itu berasal dari lingkungannya, padahal rangsangan primer dari halusinasi adalah kebutuhan perlindungan diri secara psikologik terhadap kejadian traumatik sehubungan dengan rasa bersalah, rasa sepi, marah, rasa takut ditinggalkan oleh orang yang diicintai, tidak dapat mengendalikan dorongan ego, pikiran dan perasaannya sendiri. 
Halusinasi timbul tanpa penurunan kesadaran dan hal ini merupakan gejala yang hampir tidak dijumpai pada keadaan lain.
Secara umum dapat dikatakan segala sesuatu yang mengancam harga diri (self esteem) dan keutuhan keluarga dapat merupakan penyebab terjadinya halusinasi. Ancaman terhadap harga diri dan keutuhan keluarga meningkatkan kecemasan. Gejala dengan meningkatnya ke­cemasan, kemampuan untuk memisahkan dan mengatur persepsi, mengenal perbedaan antara apa yang dipikirkan dengan perasaan sendiri menurun, sehingga segala sesuatu diartikan berbeda dan proses rasionalisasi tidak efektif lagi. Hal ini mengakibatkan lebih sukar lagi membedakan mana rangsangan yang berasal dari pikirannya sendiri dan mana yang dari lingkungannya.
Pasien dengan halusinasi cenderung menarik diri, sering didapatkan duduk terpaku dengan pandangan mata pada satu arah tertentu, tersenyum atau berbicara sendiri, secara tiba‑tiba marah atau menyerang orang lain, gelisah, melakukan gerakan seperti sedang me­nikmati sesuatu. Juga keterangan dari pasien sendiri tentang halusinasi yang dialaminya (apa yang dilihat, didengar atau dirasakan).

C.       Pohon Masalah
Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan        

 
                                                                                                            Akibat
 

Perubahan persepsi sensori: halusinasi
 
                                                                                                          Core problem
                                 

Isolasi sosial: menarik diri

 
 

                                                                                                          Sebab


Masalah Keperawatan dan data yang perlu dikaji
Perubahan sensori perseptual: halusinasi
a.       Data Subyektif :
§  mendengar suara bunyi yang tidak berhubungan dengan stimulus nyata
§  melihat gambaran tanpa ada stimulus yang nyata
§  mencium bau tanpa stimulus
§  merasa makan sesuatu
§  merasa ada sesuatu pada kulitnya
§  takut pada suara / bunyi / gambaran yang didengar
§  ingin memukut / melempar barang – barang
b.      Data Obyektif :
§  berbicara dan tertawa sendirl
§  bersikap seperti mendengar / melihat sesuatu
§  berhenti bicara ditengah kalimat untuk mendengarkan sesuatu
§  disorientasi
D.    Diagnosa Keperawatan
1.      Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan halusinasi.
2.      Perubahan sensori perseptual: halusinasi berhubungan dengan menarik diri.


STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 

SP 1 P


Masalah Utama  : Halusinasi pendengaran
A.PROSES KEPERAWATAN
1.       Kondisi klien:
Klien tampak bicara sendiri dan tertawa sendiri
Klien mondar – mandir
Klien mengatakan mendengar suara laki – laki yang menyuruh memukul
2.       Diagnosa keperawatan:
Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar
      3.  Tujuan
            a. Klien dapat membina hubungan saling percaya
            b. Klien dapat mengenal halusinasinya
            c. Klien dapat mengontrol halusinasinya
      4.  Tindakan
            a. Sapa klien dengan ramah sambil berjabat tangan, tanyanakan  nama lengkap    
                 dan nama panggilan yang disukai.
            b. Observasi tingkah laku klien terkait dengan halusinasi.
            c.  Diskusikan dengan klien tentang isi, frekwensi, waktu, respon dan perasaan
                 saat timbul halusinasi.
d.       Diskusikan dengan klien tentang cara mengontrol halusinasi.
e.        Ajarkan cara mengontrol halusinasi dengan menghardik.
f.        Masukkan dalam jadwal harian.
            
         
B.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

ORIENTASI:
1. Salam Terapeutik
”Selamat pagi bapak, Saya Mahasiswa keperawatan UNISSULA yang akan merawat bapak nama saya Rista Islamarida, senang dipanggil rista. Nama bapak siapa?Bapak Senang dipanggil apa”
2. Evaluasi/validasi
”Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa keluhan bapak saat ini”
3. Kontrak
    * Topik
”Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang suara yang selama ini bapak dengar tetapi tak tampak wujudnya?
   * Tempat
 Di mana kita duduk? Di ruang tamu?
  * Waktu
 Berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit”

KERJA:
”Apakah bapak  mendengar suara tanpa ada ujudnya?Apa yang dikatakan suara itu?”
” Apakah terus-menerus terdengar atau sewaktu-waktu? Kapan yang paling sering D dengar suara? Berapa kali sehari bapak alami? Pada keadaan apa suara itu terdengar? Apakah pada waktu sendiri?”
” Apa yang bapak  rasakan pada saat mendengar suara itu?”
 ”Apa yang bapak lakukan saat mendengar suara itu? Apakah dengan cara itu suara-suara itu hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara-cara untuk mencegah suara-suara itu muncul?
” bapak , ada empat cara untuk mencegah suara-suara itu muncul. Pertama, dengan menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat dengan teratur.”
”Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik”.
”Caranya sebagai berikut: saat suara-suara itu muncul, langsung bapak  bilang, pergi saya tidak mau dengar, … Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu. Begitu diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar lagi. Coba bapak peragakan! Nah begitu, … bagus! Coba lagi! Ya bagus bapak D sudah bisa”

TERMINASI:
1. Evaluasi Subyektif
”Bagaimana perasaan D  setelah peragaan latihan tadi?”
2. Evaluasi obyektif
 Kalau suara-suara itu muncul lagi, silakan coba cara tersebut !
3. RTL
bagaimana kalu kita buat jadwal latihannya. Mau jam berapa saja latihannya? (Saudara masukkan kegiatan latihan menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian pasien).
4. Kontrak
   * Topik
 Bagaimana kalau kita bertemu lagi untuk belajar dan latihan mengendalikan suara-suara dengan cara yang kedua?
  * Waktu
Jam berapa D?Bagaimana kalau dua jam lagi? Berapa lama kita akan berlatih?
  * Tempat
Dimana tempatnya”
”Baiklah, sampai jumpa.”

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 

SP 2P

Masalah Utama  : Halusinasi pendengaran
A.PROSES KEPERAWATAN
  1. Kondisi klien:
Klien sudah dapat membina hubungansaling percaya dengan perawat.
Klien dapat mengenal halusinasinya.
  1. Diagnosa keperawatan:  Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar
  2. Tujuan :    Klien dapat mengontrol halusinasinya
  3. Tindakan
a. Evaluasi/validasi
b.  Ajarkan cara mnengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang
    lain,
c.  Masukkan dalam jadwal harian.
           
         
B.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN 

Orientasi:
1. Salam terapeutik
Selamat pagi bapak Bagaimana perasaan bapak hari ini?
2. Evaluasi/validasi
 Apakah suara-suaranya masih muncul ? Apakah sudah dipakai cara yang telah kita latih?Berkurangkan suara-suaranya Bagus !
3. Kontrak
   *  Topil
 Sesuai janji kita tadi saya akan latih cara kedua untuk mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain.
  *  Waktu
 Kita akan latihan selama 20 menit.
  *  Tempat
 Mau di mana? Di sini saja?
Kerja:
“Cara kedua untuk mencegah/mengontrol halusinasi yang lain adalah dengan bercakap-cakap dengan orang lain. Jadi kalau bapak mulai mendengar suara-suara, langsung saja cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman untuk ngobrol dengan bapak Contohnya begini; … tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan saya! Atau kalau ada orang dirumah misalnya istri,anak bapak katakan: bu, ayo ngobrol dengan bapak sedang dengar suara-suara. Begitu bapak Coba bapak lakukan seperti saya tadi lakukan. Ya, begitu. Bagus! Coba sekali lagi! Bagus! Nah, latih terus ya bapak!”

Terminasi:
1. Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan bapak setelah latihan ini? Jadi sudah ada berapa cara yang bapak pelajari untuk mencegah suara-suara itu? Bagus,
2. Evaluasi Obyektif
 cobalah kedua cara ini kalau bapak mengalami halusinasi lagi.
3. RTL
Bagaimana kalau kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian bapak. Mau jam berapa latihan bercakap-cakap? Nah nanti lakukan secara teratur serta sewaktu-waktu suara itu muncul!
4. Kontrak
   *  Topik
 Besok pagi saya akan ke mari lagi. Bagaimana kalau kita latih cara yang ketiga yaitu melakukan aktivitas terjadwal?
  *  Waktu
 Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 10.00?
  *  Tempat
Mau di mana/Di sini lagi? Sampai besok ya. Selamat pagi”

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)

SP 3 P


Masalah Utama  : Halusinasi pendengaran
A.PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
Klien sudah mengetahui cara- cara yang dapat digunakan untuk memutus atau menghilangkan halusinasi
2. Diagnosa keperawatan:  Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar
3. Tujuan :     Klien dapat mengontrol halusinasinya
4. Tindakan
a. Evaluasi/validasi
b. Ajarkan cara mnengontrol halusinasi dengan  melakukan aktivitaS
c. Masukkan dalam jadwal harian.
           
         
B.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

 


Orientasi:
1. Salam Terapeutik
 “Selamat pagi bapak .....
2.Evaluasi/validasi
Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ? Apakah sudah dipakai  dua cara yang telah kita latih ? Bagaimana hasilnya ? Bagus !
3. Kontrak
  * Topik
 Sesuai janji kita, hari ini kita akan belajar cara yang ketiga untuk mencegah halusinasi yaitu melakukan kegiatan terjadwal.
  * Tempat
 Mau di mana kita bicara? Baik kita duduk di ruang tamu.
  * Waktu
 Berapa lama kita bicara? Bagaimana kalau 30 menit? Baiklah.”


Kerja: “Apa saja yang biasa bapak lakukan? Pagi-pagi apa kegiatannya, terus jam berikutnya (terus ajak sampai didapatkan kegiatannya sampai malam). Wah banyak sekali kegiatannya. Mari kita latih dua kegiatan hari ini (latih kegiatan tersebut). Bagus sekali bapak bisa lakukan. Kegiatan ini dapat bapak lakukan untuk mencegah suara tersebut muncul. Kegiatan yang lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai malam ada kegiatan.
Terminasi:
1. Evaluasi Subyektif
 Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap cara yang ketiga untuk mencegah suara-suara? Bagus sekali! Coba sebutkan 3 cara yang telah kita latih untuk mencegah suara-suara.
2. Evaluasi Obyektif
   Coba bapak ulangi cara tersebut.....Bagus sekali...
3. RTL
 . Mari kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian bapak Coba lakukan sesuai jadwal ya!(Saudara dapat melatih aktivitas yang lain pada pertemuan berikut sampai terpenuhi seluruh aktivitas dari pagi sampai malam)
4. Kontrak
   * Topik
Bagaimana kalau menjelang makan siang nanti, kita membahas cara minum obat yang baik serta guna obat.
  * Waktu
 Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 12.00 pagi?
  * Tempat
Di ruang makan ya! Sampai jumpa

 

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)

SP 4 P


Masalah Utama  : Halusinasi pendengaran
A.PROSES KEPERAWATAN
1.     Kondisi klien:
Klien sudah mengenal pengertian dan gejala halusinasi.
Klien sudah mengetahui cara menghindari munculnya kembali suara – suara.
2.     Diagnosa keperawatan:Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar
3.     Tujuan :    Klien dapat mengontrol halusinasinya
4.     Tindakan
                   a.  Evaluasi/validasi
                   b. Diskusikan dengan klien tentang nama obat,dosis, efek dan efek samping dan cara pemberian
                   c. Diskusikan dengan klien 5 B prinsip minum obat
                   d. Masukkan dalam jadwal harian.
            

B.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Orientasi:
1. Salam Terapeutik
Selamat pagi bapak ....
2. valuasi/validasi
Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ? Apakah sudah dipakai  tiga cara yang telah kita latih ? Apakah jadwal kegiatannya sudah dilaksanakan ? Apakah pagi ini sudah minum obat?
3. Kontrak
   * Topik
 Baik. Hari ini kita akan mendiskusikan tentang obat-obatan yang bapak minum.
  * Waaktu
 Kita akan diskusi selama 20 menit sambil menunggu makan siang.
  * Tempat
 Di sini saja ya bapak?”

Kerja:
bapak adakah bedanya setelah minum obat secara teratur. Apakah suara-suara berkurang/hilang ? Minum obat sangat penting supaya suara-suara yang bapak dengar dan mengganggu selama ini tidak muncul lagi. Berapa macam obat yang bapak minum ? (Perawat menyiapkan obat pasien) Ini yang warna orange (CPZ) 3 kali sehari jam 7 pagi, jam 1 siang dan jam 7 malam gunanya untuk menghilangkan suara-suara. Ini yang putih (THP)3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku. Sedangkan yang merah jambu (HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang. Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan. Nanti konsultasikan dengan dokter, sebab kalau putus obat, bapak akan kambuh dan sulit untuk mengembalikan ke keadaan semula. Kalau obat habis bapak bisa minta ke dokter untuk mendapatkan obat lagi. bapak juga harus teliti saat menggunakan obat-obatan ini. Pastikan obatnya benar, artinya bapak harus memastikan bahwa itu obat yang benar-benar punya bapak Jangan keliru dengan obat milik orang lain. Baca nama  kemasannya. Pastikan obat diminum pada waktunya, dengan cara yang benar. Yaitu diminum sesudah makan dan tepat jamnya  bapak juga harus perhatikan berapa jumlah obat sekali minum, dan harus cukup minum 10 gelas per hari”

Terminasi:
1, Evaluasi Subyektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang obat?
2. Evaluasi Obyektif
 Sudah berapa cara yang kita latih untuk mencegah suara-suara? Coba sebutkan! Bagus! (jika jawaban benar).
3. RTL
 Mari kita masukkan jadwal minum obatnya pada jadwal kegiatan bapak Jangan lupa pada waktunya minta obat pada perawat atau  pada keluarga kalau di rumah. Nah makanan sudah datang.
4. Kontrak
   * Topik
Besok kita ketemu lagi untuk melihat manfaat 4 cara mencegah suara yang telah kita bicarakan. 
  * Waktu
 Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 10.00.
  * Tempat
     Mau dimana......di teras??   sampai jumpa.”

 STRATEGI PELAKSANAAN (SP)

SP 1 K

Masalah Utama  : Halusinasi pendengaran
A.PROSES KEPERAWATAN
  1. Kondisi klien:
Klien dan keluarga sudah mengenal pengertian dan gejala halusinasi.
Klien dan keluaraga sudah mengetahui cara menghindari munculnya kembali suara – suara.
  1. Diagnosa keperawatan:  Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar
  2. Tujuan
      Klien mendapat dukungan dari keluarga dalam mengontrol halusinasinya
  1. Tindakan
            a. Evaluasi/validasi
1)       Diskusikan masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat pasien
2)      Berikan pendidikan kesehatan tentang pengertian halusinasi, jenis halusinasi yang dialami pasien, tanda dan gejala halusinasi, proses terjadinya halusinasi, dan cara merawat pasien halusinasi.
3)      Berikan kesempatan kepada keluarga untuk memperagakan cara merawat pasien dengan halusinasi langsung di hadapan pasien
4)      Beri pendidikan kesehatan kepada keluarga perawatan lanjutan pasien

d. Masukkan dalam jadwal harian.
           
         
B.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

ORIENTASI:
1. Salam Terapeutik
Selamat pagi Bapak/Ibu!”“Saya yudi perawat yang merawat Bapak”
2. Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan Ibu hari ini? Apa pendapat Ibu tentang Bapak?”
3. Kontrak
  * Topik
“Hari ini kita akan berdiskusi tentang apa masalah yang Bapak alami dan bantuan apa yang Ibu bisa berikan.”
  * Tempat
“Kita mau diskusi di mana? Bagaimana kalau di ruang tamu?
  * Waktu
 Berapa lama waktu Ibu? Bagaimana kalau 30 menit”

KERJA:
Apa yang Ibu rasakan menjadi masalah dalam merawat bapak Apa yang Ibu lakukan?”
“Ya, gejala yang dialami oleh Bapak itu dinamakan halusinasi, yaitu mendengar atau melihat sesuatu yang sebetulnya tidak ada bendanya.
”Tanda-tandanya bicara dan tertawa sendiri,atau  marah-marah tanpa sebab”
“Jadi kalau anak Bapak/Ibu mengatakan mendengar suara-suara, sebenarnya suara itu tidak ada.”
“Kalau Bapak mengatakan melihat bayangan-bayangan, sebenarnya bayangan itu tidak ada.”
”Untuk itu kita diharapkan dapat membantunya dengan beberapa cara. Ada beberapa cara untuk membantu ibu agar bisa mengendalikan halusinasi. Cara-cara tersebut antara lain: Pertama, dihadapan Bapak, jangan membantah halusinasi atau menyokongnya. Katakan saja Ibu percaya bahwa anak tersebut memang mendengar suara atau melihat bayangan, tetapi Ibu sendiri tidak mendengar atau melihatnya”. 
”Kedua, jangan biarkan Bapak melamun dan sendiri, karena kalau melamun halusinasi akan muncul lagi. Upayakan ada orang mau bercakap-cakap dengannya. Buat kegiatan keluarga seperti makan bersama, sholat bersama-sama. Tentang kegiatan, saya telah melatih Bapak untuk membuat jadwal kegiatan sehari-hari. Tolong Ibu pantau pelaksanaannya, ya dan berikan pujian jika dia lakukan!”
”Ketiga, bantu Bapak minum obat secara teratur. Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi. Terkait dengan obat ini, saya juga sudah melatih Bapak untuk minum obat secara teratur. Jadi Ibu dapat mengingatkan kembali. Obatnya ada 3 macam, ini yang orange namanya CPZ gunanya untuk menghilangkan suara-suara atau bayangan. Diminum 3 X sehari pada jam 7 pagi, jam 1 siang dan jam 7 malam. Yang putih namanya THP gunanya membuat rileks, jam minumnya sama dengan CPZ tadi. Yang biru namanya HP gunanya menenangkan cara berpikir, jam minumnya sama dengan CPZ. Obat perlu selalu diminum untuk mencegah kekambuhan”
”Terakhir, bila ada tanda-tanda halusinasi mulai muncul, putus halusinasi Bapak dengan cara menepuk punggung Bapak. Kemudian suruhlah Bapak menghardik suara tersebut. Bapak  sudah saya ajarkan cara menghardik halusinasi”.
”Sekarang, mari kita latihan memutus halusinasi Bapak. Sambil menepuk punggung Bapak, katakan: bapak, sedang apa kamu?Kamu ingat kan apa yang diajarkan perawat bila suara-suara itu datang?  Ya..Usir suara itu, bapak Tutup telinga kamu dan katakan pada suara itu ”saya tidak mau dengar”. Ucapkan berulang-ulang, pak”
”Sekarang coba Ibu praktekkan cara yang barusan saya ajarkan”
”Bagus Bu”

TERMINASI:
1. Evaluasi Subyektif
“Bagaimana perasaan Ibu setelah kita berdiskusi dan latihan memutuskan halusinasi Bapak?”
2. Evaluasi Obyektif
“Sekarang coba Ibu sebutkan kembali tiga cara merawat bapak?”
”Bagus sekali Bu..
3. RTL
   Jangan lupa ya ... cara yang sudah kita diskusikan...

4. Kontrak
   * Topik
. Bagaimana kalau dua hari lagi kita bertemu untuk  mempraktekkan cara memutus halusinasi langsung dihadapan Bapak?” 
  * Waktu
”Jam berapa kita bertemu?”
  * Tempaat
     Di ruang ini ya pak.....
Baik, sampai Jumpa. Selamat pagi
         
         
         SP 2 Keluarga: Melatih keluarga praktek merawat pasien langsung          dihadapan pasien
Berikan kesempatan kepada keluarga untuk memperagakan cara merawat pasien dengan halusinasi  langsung dihadapan pasien.


ORIENTASI:
Selamat pagi”
“Bagaimana perasaan Ibu pagi ini?”
”Apakah Ibu masih ingat bagaimana cara memutus halusinasi Bapak yang sedang  mengalami halusinasi?Bagus!”
” Sesuai dengan perjanjian kita, selama 20 menit ini kita akan mempraktekkan cara memutus halusinasi langsung dihadapan Bapak”.   
”mari kita datangi bapak”
KERJA:
”Selamat pagi pak” ”pak, istri bapak sangat ingin membantu bapak mengendalikan suara-suara yang sering bapak dengar. Untuk itu  pagi  ini istri bapak  datang untuk mempraktekkan cara memutus suara-suara yang bapak dengar. pak nanti kalau sedang dengar suara-suara bicara atau tersenyum-senyum sendiri, maka Ibu akan mengingatkan seperti ini” ”Sekarang, coba ibu  peragakan cara memutus halusinasi yang sedang bapak alami seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya. Tepuk punggung bapak lalu suruh bapak mengusir suara dengan menutup telinga dan menghardik suara tersebut” (saudara mengobservasi apa yang dilakukan keluarga terhadap pasien)Bagus sekali!Bagaimana pak? Senang dibantu Ibu? Nah Bapak/Ibu ingin melihat jadwal harian bapak. (Pasien memperlihatkan dan dorong istri/keluarga memberikan pujian) Baiklah,  sekarang saya dan istri bapak ke ruang perawat dulu” (Saudara dan keluarga meninggalkan pasien untuk melakukan terminasi dengan keluarga






TERMINASI:
“Bagaimana perasaan Ibu  setelah mempraktekkan cara memutus halusinasi langsung dihadapan  Bapak?”
 ”Dingat-ingat pelajaran kita hari ini ya Bu. ibu dapat melakukan cara itu bila Bapak mengalami halusinas”.
“bagaimana kalau kita bertemu dua hari lagi untuk membicarakan tentang jadwal kegiatan harian Bapak. Jam berapa Ibu bisa datang?Tempatnya di sini ya. Sampai jumpa.”
      
SP 3 Keluarga : Menjelaskan perawatan lanjutan

ORIENTASI
Selamat pagi Bu, sesuai dengan janji kita kemarin dan sekarang ketemu untuk membicarakan jadual bapak selama dirumah”
 “Nah sekarang kita bicarakan jadwal bapak di rumah? Mari kita duduk di ruang tamu!”
“Berapa lama Ibu ada waktu? Bagaimana kalau 30 menit?”
KERJA
“Ini jadwal kegiatan bapak yang telah disusun. Jadwal ini dapat dilanjutkan. Coba Ibu lihat mungkinkah dilakukan. Siapa yang kira-kira akan memotivasi dan mengingatkan?” Bu jadwal yang telah dibuat tolong dilanjutkan, baik jadwal aktivitas maupun jadwal minum obatnya”
“Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilaku yang ditampilkan oleh bapak selama di rumah.Misalnya kalau bapak terus menerus mendengar suara-suara yang mengganggu dan tidak memperlihatkan
perbaikan, menolak minum obat atau memperlihatkan perilaku membahayakan orang lain. Jika  hal ini terjadi segera bawa kerumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan ulang dan di berikan tindakan”
TERMINASI
“Bagaimana Ibu? Ada yang ingin ditanyakan? Coba Ibu sebutkan cara-cara merawat bapak Bagus(jika ada yang lupa segera diingatkan oleh perawat. Ini jadwalnya. Sampai jumpa”



Setelah Baca Silahkan Comment Disini Jangan Lupa Mampir Lagi! SOPAN KAMI SEGAN

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar